Ridho Daily Faith,
Berapa banyak dari kita yang mengerti istilah-istilah berikut: secular humanism, scientism, pluralism, moral relativism, hedonism, pantheism, dan atheism? Adalah baik jika kita mengerti semua istilah -isme tersebut, tetapi saya yakin mayoritas tidak memahami penuh semua istilah-istilah keren itu. Meskipun kebanyakan orang tidak mengerti, saya juga yakin bahwa kehidupan kita, terutama kaum muda zaman sekarang, sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai tersebut. Bagaimana tidak, karena ini adalah nilai-nilai yang selalu dibawa dalam media sosial yang kita nikmati hari ini. Misalnya, banyak iklan-iklan yang kita lihat, maupun film yang kita tonton, selalu mengatakan, “ikuti kata hatimu”, atau “yang penting enjoy”. Sehingga tidak heran jika anak muda zaman sekarang hanya mau sesuatu asalkan itu menyenangkan hatinya, termasuk dalam kegiatan bergereja: yang penting musiknya enak, khotbahnya menghibur, tetapi isinya seperti apa, tidak terlalu penting. Kita disuruh untuk mengikuti kata hati kita, tetapi Alkitab justru berkata bahwa hati manusia itu begitu licik (Yer. 17:9). Sangat bertolak belakang, bukan?
Namun, mengapa nilai-nilai yang dijunjung oleh zaman sekarang begitu menarik bagi manusia? Salah satu alasan adalah karena ide-ide tersebut mengandung sebagian dari kebenaran, tetapi mereka anggap hal itu sebagai kebenaran yang utuh. Misalnya, hedonisme mengajarkan kita untuk menikmati hal-hal apa saja yang menyenangkan kita. Memang benar manusia diciptakan dengan kemampuan untuk menikmati hidup, tetapi Alkitab mengajarkan bahwa kenikmatan tertinggi yang harus manusia kejar adalah kenikmatan dalam Tuhan (What is the chief end of man? The chief end of man is to glorify God and enjoy Him forever). Dalam hal ini hedonisme memberhalakan kenikmatan di luar Tuhan. Contoh lain adalah pluralisme yang mengajarkan kita agar kita bersifat toleran dan berlaku inklusif terhadap sesama, meskipun mereka mempunyai keyakinan yang berbeda (ironisnya ada kaum pluralis sendiri yang sangat tidak toleran dan inklusif terhadap nilai-nilai Kekristenan). Namun sering kali kebablasan, sampai-sampai semua tindakan keberdosaan pun juga harus ditoleransi dan diterima supaya ada kesatuan dan tidak ada perpecahan. Menerima perbedaan itu baik karena Alkitab juga mengajarkan konsep unity in diversity, tetapi kesatuan yang sejati hanya terdapat di dalam Yesus Kristus. Pluralisme kebablasan karena ia memberhalakan perbedaan demi kesatuan yang palsu.
Lalu, bagaimana kita sebagai orang Kristen merespons tantangan tersebut? Orang-orang melihat nilai-nilai tersebut sebagai realitas kebenaran yang utuh, padahal bukan. Oleh sebab itu, kita harus bisa menunjukkan kepada mereka seperti apa kebenaran yang utuh itu. Namun, bagaimana kita bisa menunjukkannya? Minimal ada 3 hal yang bisa kita lakukan sebagai pemuda Kristen: mengkritik nilai-nilai tersebut secara intelektual, berjalan bersama mereka, dan mendemonstrasikan nilai-nilai Kekristenan yang utuh melalui kehidupan kita sehari-hari. Secara singkat, yang pertama adalah kita harus bisa memberikan penilaian yang Alkitabiah: mengapa nilai-nilai yang ditawarkan oleh dunia itu salah dan Kekristenan adalah yang benar. Namun, respons intelektual sendiri tidak selalu cukup karena kita perlu berempati juga untuk mengerti kesulitan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, dengan berjalan bersama mereka kita berdoa agar mereka tahu bahwa kita ada di tengah-tengah mereka dan sungguh-sungguh mengasihi mereka. Ketiga, keseluruhan hidup ini, bahkan sampai hal yang terkecil sekali pun seperti makan dan minum, harus kita jalankan sesuai dengan prinsip firman Tuhan agar mereka dapat melihat dan merasakan keindahan, serta harapan yang ditawarkan oleh Kekristenan.
Mari kita terus meminta kekuatan kepada Tuhan agar kita semakin dilayakkan untuk membawa nama-Nya dalam hidup ini. Kita berdoa agar Gereja Tuhan boleh membawa terang dan harapan bagi dunia yang gelap ini. Semoga kita menjadi kaum pemuda yang bisa memberikan intellectual discourse, loving personal touch, and existential answers untuk dunia ini.
Soli Deo Gloria
Salam,
Ridho Daily Faith
Minggu, 06 Januari 2019
Minggu, 18 November 2018
Rahasia Dibalik kata "TERSERAH" seorang wanita?
Bagi para cowok2..gue pengen kasih tau kalian 10 arti kata "TERSERAH"...??
Pernah dengar atau alami kata-kata atau hal seperti ini?
Mau makan apa, Yang?”
“Terserah.”
“Habis ini mau ke mana?”
“Terserah.”
Konon, kata yang satu ini jadi penyebab utama kenapa banyak cowok panas dingin dan naik tensi. Secara harafiah sih ‘Terserah’ itu artinya ngikut aja. Mau dibawa ke mana aja hayuk, mau makan apa aja oke. Tapi yah..bukan cewek namanya kalau gak ribet. Terserah itu bukan selalu berarti terserah. Banyak arti turunannya yang mesti para cowok pahami.
Demi hidup yang lebih tenang, pengen tahu gak apa arti kata sebenarnya dari “Terserah?”
Yukkss...baca sampai selesai yaa guyss..
1. Kok kamu gak peka sih? Harusnya kamu tau aku pengen makan apa….
Aku mau makan apa, harusnya kamu tahu.
Aku mau makan apa, harusnya kamu tahu…
Kalau cewek bilang ‘Terserah’ pas ditanya mau makan di mana, maka ini artinya.
Terserah di sini bukan berarti dia mau dibawa ke mana aja. Atau dia pasrah sama pilihan restoranmu. Dia malah berharap kamu tahu apa yang dia mau. Tapi dia gak perlu repot-repot ngomong, gitu…
2. Kenapa nanya terus deh? Ribet amat!
Kenapa nanya mulu sih? Ribet amaat
Kenapa nanya mulu sih? Ribet amaat...
Makan pasta aja ya, Say?
Terserah!
Apa Sate Padang?
Terserah..
Soto mau?
Terseraaaaahhhh!
Gak tahu apa aku lagi kesel? Jalan aja deh! Nanti juga kalau kamu salah pilih aku ngambek.
3. Kamu lagi ngeselin. Aku males jawab
BEntar ya diq. Abang mati muda dulu
BEntar ya diq. Abang mati muda dulu
Biasanya cewek begini kalau lagi ngambek. Daripada capek jelasin panjang lebar, ya udah lah ya biar gampang jawab aja pakai “Terserah…”
*kemudian cowoknya mati muda*
4. Kalau kamu sayang aku, harusnya kamu gak ngelakuin itu
Kamu boleh pergi. Tapi aku ngambek!
Kamu boleh pergi. Tapi aku ngambek!
Passive-aggresive allert. Yeah, cewek emang kadang gengsi buat terang-terangan bilang perasaannya. Atau melarang kamu ngelakuin sesuatu. Contohnya aja nih, kamu ijin mau main ML (Mobile Legend) semaleman sama teman-teman. Dan cewekmu jawab….
“Terserah….”
INI UJIAN SAUDARA-SAUDARA! Kalau kamu gak mau ada drama setelahnya, mending pikirin lagi buat pergi…
5. Sebenarnya aku juga masih bingung mauku apa. Tapi yang jelas harus ngikutin kemauanku
Aku juga bingung. Tapi harus ngikutin kemauanku...
Aku juga bingung. Tapi harus ngikutin kemauanku…
Memanglah sedari dahulu cewek selalu benar. Dan cowok tertakdirkan salah.
6. Hiiiih. Nanya mulu. Baca pikiranku dong. Kan kita udah lama pacaraaan.
Mz baca pikiranku mz
Mz baca pikiranku mz
Mungkin semua cowok di dunia harus berkewajiban ikut kelas privat Belajar-membaca pikiran level advanced...hahaha
7. OK. Lakuin aja apa yang kamu mau. Tapi habis ini kita diem-dieman ya?
Terserah. Tapi habis ini aku diemin ya.
Terserah. Tapi habis ini aku diemin ya.
Waktu kamu kurang peka sama tanda-tanda kebetean cewekmu dan memilih pergi, biasanya sih hasil akhirnya kurang ngenakin.
“Sayang aku pergi futsal ya?”
“Hmmm…ya. Terserah.”
Jangan kaget kalau besoknya chat mu dianggurin, teleponmu gak diangkat, bahkan kamu dapat silent treatment waktu main ke rumahnya. Lain kali jangan langsung percaya kalau dia bilang ‘Terserah.” Lihatin dulu ekspresinya baek-baek.
8. Abort mission. Now. I SAID ABBORT MISSION
Nuff said. BEWARE
Nuff said. BEWARE
Enough said. Gak usah macem-macem.
9. Hmmmm….aku sih pengen lihat aja. Kamu lebih pilih aku atau (…………)
Kamu pilih dia ya? Hih. Yaudah
Kamu pilih dia ya? Hih. Yaudah
10. Kan aku udah bilang Terserah. Tapi ya gak Terserah-Terserah amat. Ngertiin aku dikit kenapa sih?
Setelah tahu 10 arti dari kata ‘Terserah” ini saya harap hidupmu jadi lebih tenang ya. Kalau cewek bilang Terserah jangan langsung percaya. Karena 1 kata itu bisa berjuta maknanya.
Firman Tuhan menasehatkan kita bahwa kita harus saling sepikir dan satu tujuan untuk memuliakan nama Tuhan. Roma 12:16-18, "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"
Ayat ini memang sebuah nasehat dan sikap dan perilaku yang diharapkan dari Jemaat di Roma, jelas Paulus cukup mengetahui kebutuhan orang-orang percaya di Roma. Sekalipun sebagian besar dari nasihat-nasihatnya cocok untuk semua kelompok orang percaya, banyak dari nasihat-nasihat itu menunjukkan bahwa sang rasul memikirkan kelompok tertentu ketika menulis. Jangkauan dari nasihat-nasihat itu menakjubkan. Nasihat-nasihat itu menyentuh nyaris setiap segi kehidupan. Cara hidup Kristen adalah benar-benar menjadi orang Kristen dan bertindak sebagaimana seharusnya orang Kristen di setiap bidang kehidupan.
Pernah dengar atau alami kata-kata atau hal seperti ini?
Mau makan apa, Yang?”
“Terserah.”
“Habis ini mau ke mana?”
“Terserah.”
Konon, kata yang satu ini jadi penyebab utama kenapa banyak cowok panas dingin dan naik tensi. Secara harafiah sih ‘Terserah’ itu artinya ngikut aja. Mau dibawa ke mana aja hayuk, mau makan apa aja oke. Tapi yah..bukan cewek namanya kalau gak ribet. Terserah itu bukan selalu berarti terserah. Banyak arti turunannya yang mesti para cowok pahami.
Demi hidup yang lebih tenang, pengen tahu gak apa arti kata sebenarnya dari “Terserah?”
Yukkss...baca sampai selesai yaa guyss..
1. Kok kamu gak peka sih? Harusnya kamu tau aku pengen makan apa….
Aku mau makan apa, harusnya kamu tahu.
Aku mau makan apa, harusnya kamu tahu…
Kalau cewek bilang ‘Terserah’ pas ditanya mau makan di mana, maka ini artinya.
Terserah di sini bukan berarti dia mau dibawa ke mana aja. Atau dia pasrah sama pilihan restoranmu. Dia malah berharap kamu tahu apa yang dia mau. Tapi dia gak perlu repot-repot ngomong, gitu…
2. Kenapa nanya terus deh? Ribet amat!
Kenapa nanya mulu sih? Ribet amaat
Kenapa nanya mulu sih? Ribet amaat...
Makan pasta aja ya, Say?
Terserah!
Apa Sate Padang?
Terserah..
Soto mau?
Terseraaaaahhhh!
Gak tahu apa aku lagi kesel? Jalan aja deh! Nanti juga kalau kamu salah pilih aku ngambek.
3. Kamu lagi ngeselin. Aku males jawab
BEntar ya diq. Abang mati muda dulu
BEntar ya diq. Abang mati muda dulu
Biasanya cewek begini kalau lagi ngambek. Daripada capek jelasin panjang lebar, ya udah lah ya biar gampang jawab aja pakai “Terserah…”
*kemudian cowoknya mati muda*
4. Kalau kamu sayang aku, harusnya kamu gak ngelakuin itu
Kamu boleh pergi. Tapi aku ngambek!
Kamu boleh pergi. Tapi aku ngambek!
Passive-aggresive allert. Yeah, cewek emang kadang gengsi buat terang-terangan bilang perasaannya. Atau melarang kamu ngelakuin sesuatu. Contohnya aja nih, kamu ijin mau main ML (Mobile Legend) semaleman sama teman-teman. Dan cewekmu jawab….
“Terserah….”
INI UJIAN SAUDARA-SAUDARA! Kalau kamu gak mau ada drama setelahnya, mending pikirin lagi buat pergi…
5. Sebenarnya aku juga masih bingung mauku apa. Tapi yang jelas harus ngikutin kemauanku
Aku juga bingung. Tapi harus ngikutin kemauanku...
Aku juga bingung. Tapi harus ngikutin kemauanku…
Memanglah sedari dahulu cewek selalu benar. Dan cowok tertakdirkan salah.
6. Hiiiih. Nanya mulu. Baca pikiranku dong. Kan kita udah lama pacaraaan.
Mz baca pikiranku mz
Mz baca pikiranku mz
Mungkin semua cowok di dunia harus berkewajiban ikut kelas privat Belajar-membaca pikiran level advanced...hahaha
7. OK. Lakuin aja apa yang kamu mau. Tapi habis ini kita diem-dieman ya?
Terserah. Tapi habis ini aku diemin ya.
Terserah. Tapi habis ini aku diemin ya.
Waktu kamu kurang peka sama tanda-tanda kebetean cewekmu dan memilih pergi, biasanya sih hasil akhirnya kurang ngenakin.
“Sayang aku pergi futsal ya?”
“Hmmm…ya. Terserah.”
Jangan kaget kalau besoknya chat mu dianggurin, teleponmu gak diangkat, bahkan kamu dapat silent treatment waktu main ke rumahnya. Lain kali jangan langsung percaya kalau dia bilang ‘Terserah.” Lihatin dulu ekspresinya baek-baek.
8. Abort mission. Now. I SAID ABBORT MISSION
Nuff said. BEWARE
Nuff said. BEWARE
Enough said. Gak usah macem-macem.
9. Hmmmm….aku sih pengen lihat aja. Kamu lebih pilih aku atau (…………)
Kamu pilih dia ya? Hih. Yaudah
Kamu pilih dia ya? Hih. Yaudah
10. Kan aku udah bilang Terserah. Tapi ya gak Terserah-Terserah amat. Ngertiin aku dikit kenapa sih?
Setelah tahu 10 arti dari kata ‘Terserah” ini saya harap hidupmu jadi lebih tenang ya. Kalau cewek bilang Terserah jangan langsung percaya. Karena 1 kata itu bisa berjuta maknanya.
Firman Tuhan menasehatkan kita bahwa kita harus saling sepikir dan satu tujuan untuk memuliakan nama Tuhan. Roma 12:16-18, "Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"
Ayat ini memang sebuah nasehat dan sikap dan perilaku yang diharapkan dari Jemaat di Roma, jelas Paulus cukup mengetahui kebutuhan orang-orang percaya di Roma. Sekalipun sebagian besar dari nasihat-nasihatnya cocok untuk semua kelompok orang percaya, banyak dari nasihat-nasihat itu menunjukkan bahwa sang rasul memikirkan kelompok tertentu ketika menulis. Jangkauan dari nasihat-nasihat itu menakjubkan. Nasihat-nasihat itu menyentuh nyaris setiap segi kehidupan. Cara hidup Kristen adalah benar-benar menjadi orang Kristen dan bertindak sebagaimana seharusnya orang Kristen di setiap bidang kehidupan.
Namun, yang saya tekankan dalam hal ini ialah kasih yang tidak pura-pura, kasih yang terus terang dan tidak munafik, saling membangun bukan membesarkan egoisme dan maunya dihormati, tetapi saling melengkapi dan saling membangun antar sesama. Jangan saling membalas dendam tapi saling mengasihi, karena dendam memiliki dampak negatif bukan saja buat orang lain, tapi diri sendiri bahkan sebuah hubungan. So, mulailah berubah dari dirimu sendiri. Perubahan jangan menunggu perubahan dari orang lain, karena perubahan itu dimulai dari kesadaran diri dan dimulai dari dirimu sendiri. God bless you🙏
Sabtu, 11 Agustus 2018
TRUE FREEDOM
Di jaman digital seperti sekarang kesibukan manusia semakin meningkat. Waktu terus berputar tanpa disadari. Beban yang dipikul dari setiap permasalahan membuat otak terus bekerja tiada henti. Tekanan demi tekanan datang pada setiap manusia. Tidak ada seorangpun yang tidak menghadapi masalah. Beban pikiran yang sangat berat membuat manusia mencari jalan keluar untuk meringankan beban mereka. Hiburanpun dicari mulai dari hiburan untuk keluarga, jalan-jalan ke mall hingga mencari hiburan di malam hari. Tidak sedikit yang masuk ke dalam kehidupan malam, narkoba dll yang tentunya sangat merusak jiwa dan hanya membuat kita tidak terlepas dari kehampaan. Apa yang kita dapatkan hanyalah kenikmatan sesaat yang akan hilang ketika kembali kepada realita kehidupan. Kesenangan yang didapatkan tidak bisa melepaskan mereka dari tekanan yang dihadapi. Bahkan masalah menjadi lebih berat ketika mereka jatuh ke dalam dosa dengan terlibat pada obat-obatan terlarang, kecanduan minuman keras dll.Di jaman digital seperti sekarang kesibukan manusia semakin meningkat. Waktu terus berputar tanpa disadari. Beban yang dipikul dari setiap permasalahan membuat otak terus bekerja tiada henti. Tekanan demi tekanan datang pada setiap manusia. Tidak ada seorangpun yang tidak menghadapi masalah. Beban pikiran yang sangat berat membuat manusia mencari jalan keluar untuk meringankan beban mereka. Hiburanpun dicari mulai dari hiburan untuk keluarga, jalan-jalan ke mall hingga mencari hiburan di malam hari. Tidak sedikit yang masuk ke dalam kehidupan malam, narkoba dll yang tentunya sangat merusak jiwa dan hanya membuat kita tidak terlepas dari kehampaan. Apa yang kita dapatkan hanyalah kenikmatan sesaat yang akan hilang ketika kembali kepada realita kehidupan. Kesenangan yang didapatkan tidak bisa melepaskan mereka dari tekanan yang dihadapi. Bahkan masalah menjadi lebih berat ketika mereka jatuh ke dalam dosa dengan terlibat pada obat-obatan terlarang, kecanduan minuman keras dll.
Yesus mengingatkan kita bahwa hanya dalam Dialah kita akan mendapat kelegaan yang sejati.
Inikah beban yang sering kita alami;
1. Beban Rutinitas Agamawi
"Semua yang letih lesu dan berbeban berat" inilah yang dialami oleh orang-orang yang mengeluh akan beban hukum Taurat yang penuh dengan tata upacara, yang merupakan kuk yang tidak tertahankan, dan yang semakin dibuat lebih berat lagi dengan tradisi-tradisi nenek moyang (Luk. 11:46) dan Yesus memberikan solusi dengan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Marilah datang kepada Kristus, maka kita akan mendapat kelegaan. Ia datang untuk membebaskan gereja-Nya dari kuk ini, untuk menghapus beban berbagai aturan duniawi itu, dan untuk memperkenalkan cara menyembah yang lebih murni dan benar.
2. Beban Dosa
Melihat beban yang dialami manusia Ia berkata bahwa akan memberi kelegaan atas ketakutan yang ditimbulkan oleh dosa, dalam hati nurani yang damai teguh, kelegaan dari kuasa dosa, dalam jiwa yang teratur dan yang memerintah dirinya sendiri, kelegaan di dalam Allah, dan kepuasan jiwa, di dalam kasih-Nya (Mzm. 11:6-7). Hanya dengan merendahkan diri, mereka akan mendapatkan kelegaan dari Yesus serta sanggup memikul kuk dari-Nya (Matius 11:29-30). Kuk dari Tuhan adalah pengenalan yang benar akan Tuhan untuk mereka saksikan kepada sesama.
So, ketika kita ingin mendapat kelepasan dengan mencari kesenangan atau hiburan dari dunia, kita hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat saja. Setelah itu beban berat akan datang kembali. Beban yang ada hanya akan hilang pada waktu kita mencari kesenangan dunia. Tidak ada yang dapat memberi kelepasan yang kekal selain Tuhan Yesus. Pada saat kita datang kepada Tuhan, Dia akan mencurahkan damai sejahtera-Nya bagi kita. Damai yang Tuhan berikan tidak dapat diberikan oleh dunia ini. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:7).
Refleksi diri:
Apa kesombongan Anda? Agama? Kesalehan? Amal? Keaktifan melayani? Semuanya menjadi beban yang melelahkan hati bukan?
Put everything at the feet of Jesus. Let the word of God fill your heart and life!
Yesus mengingatkan kita bahwa hanya dalam Dialah kita akan mendapat kelegaan yang sejati.
Inikah beban yang sering kita alami;
1. Beban Rutinitas Agamawi
"Semua yang letih lesu dan berbeban berat" inilah yang dialami oleh orang-orang yang mengeluh akan beban hukum Taurat yang penuh dengan tata upacara, yang merupakan kuk yang tidak tertahankan, dan yang semakin dibuat lebih berat lagi dengan tradisi-tradisi nenek moyang (Luk. 11:46) dan Yesus memberikan solusi dengan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Marilah datang kepada Kristus, maka kita akan mendapat kelegaan. Ia datang untuk membebaskan gereja-Nya dari kuk ini, untuk menghapus beban berbagai aturan duniawi itu, dan untuk memperkenalkan cara menyembah yang lebih murni dan benar.
2. Beban Dosa
Melihat beban yang dialami manusia Ia berkata bahwa akan memberi kelegaan atas ketakutan yang ditimbulkan oleh dosa, dalam hati nurani yang damai teguh, kelegaan dari kuasa dosa, dalam jiwa yang teratur dan yang memerintah dirinya sendiri, kelegaan di dalam Allah, dan kepuasan jiwa, di dalam kasih-Nya (Mzm. 11:6-7). Hanya dengan merendahkan diri, mereka akan mendapatkan kelegaan dari Yesus serta sanggup memikul kuk dari-Nya (Matius 11:29-30). Kuk dari Tuhan adalah pengenalan yang benar akan Tuhan untuk mereka saksikan kepada sesama.
So, ketika kita ingin mendapat kelepasan dengan mencari kesenangan atau hiburan dari dunia, kita hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat saja. Setelah itu beban berat akan datang kembali. Beban yang ada hanya akan hilang pada waktu kita mencari kesenangan dunia. Tidak ada yang dapat memberi kelepasan yang kekal selain Tuhan Yesus. Pada saat kita datang kepada Tuhan, Dia akan mencurahkan damai sejahtera-Nya bagi kita. Damai yang Tuhan berikan tidak dapat diberikan oleh dunia ini. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:7).
Refleksi diri:
Apa kesombongan Anda? Agama? Kesalehan? Amal? Keaktifan melayani? Semuanya menjadi beban yang melelahkan hati bukan?
Put everything at the feet of Jesus. Let the word of God fill your heart and life!
Ridho Daily Faith by Ridho Musa Jr
Yesus mengingatkan kita bahwa hanya dalam Dialah kita akan mendapat kelegaan yang sejati.
Inikah beban yang sering kita alami;
1. Beban Rutinitas Agamawi
"Semua yang letih lesu dan berbeban berat" inilah yang dialami oleh orang-orang yang mengeluh akan beban hukum Taurat yang penuh dengan tata upacara, yang merupakan kuk yang tidak tertahankan, dan yang semakin dibuat lebih berat lagi dengan tradisi-tradisi nenek moyang (Luk. 11:46) dan Yesus memberikan solusi dengan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Marilah datang kepada Kristus, maka kita akan mendapat kelegaan. Ia datang untuk membebaskan gereja-Nya dari kuk ini, untuk menghapus beban berbagai aturan duniawi itu, dan untuk memperkenalkan cara menyembah yang lebih murni dan benar.
2. Beban Dosa
Melihat beban yang dialami manusia Ia berkata bahwa akan memberi kelegaan atas ketakutan yang ditimbulkan oleh dosa, dalam hati nurani yang damai teguh, kelegaan dari kuasa dosa, dalam jiwa yang teratur dan yang memerintah dirinya sendiri, kelegaan di dalam Allah, dan kepuasan jiwa, di dalam kasih-Nya (Mzm. 11:6-7). Hanya dengan merendahkan diri, mereka akan mendapatkan kelegaan dari Yesus serta sanggup memikul kuk dari-Nya (Matius 11:29-30). Kuk dari Tuhan adalah pengenalan yang benar akan Tuhan untuk mereka saksikan kepada sesama.
So, ketika kita ingin mendapat kelepasan dengan mencari kesenangan atau hiburan dari dunia, kita hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat saja. Setelah itu beban berat akan datang kembali. Beban yang ada hanya akan hilang pada waktu kita mencari kesenangan dunia. Tidak ada yang dapat memberi kelepasan yang kekal selain Tuhan Yesus. Pada saat kita datang kepada Tuhan, Dia akan mencurahkan damai sejahtera-Nya bagi kita. Damai yang Tuhan berikan tidak dapat diberikan oleh dunia ini. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:7).
Refleksi diri:
Apa kesombongan Anda? Agama? Kesalehan? Amal? Keaktifan melayani? Semuanya menjadi beban yang melelahkan hati bukan?
Put everything at the feet of Jesus. Let the word of God fill your heart and life!
Yesus mengingatkan kita bahwa hanya dalam Dialah kita akan mendapat kelegaan yang sejati.
Inikah beban yang sering kita alami;
1. Beban Rutinitas Agamawi
"Semua yang letih lesu dan berbeban berat" inilah yang dialami oleh orang-orang yang mengeluh akan beban hukum Taurat yang penuh dengan tata upacara, yang merupakan kuk yang tidak tertahankan, dan yang semakin dibuat lebih berat lagi dengan tradisi-tradisi nenek moyang (Luk. 11:46) dan Yesus memberikan solusi dengan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Marilah datang kepada Kristus, maka kita akan mendapat kelegaan. Ia datang untuk membebaskan gereja-Nya dari kuk ini, untuk menghapus beban berbagai aturan duniawi itu, dan untuk memperkenalkan cara menyembah yang lebih murni dan benar.
2. Beban Dosa
Melihat beban yang dialami manusia Ia berkata bahwa akan memberi kelegaan atas ketakutan yang ditimbulkan oleh dosa, dalam hati nurani yang damai teguh, kelegaan dari kuasa dosa, dalam jiwa yang teratur dan yang memerintah dirinya sendiri, kelegaan di dalam Allah, dan kepuasan jiwa, di dalam kasih-Nya (Mzm. 11:6-7). Hanya dengan merendahkan diri, mereka akan mendapatkan kelegaan dari Yesus serta sanggup memikul kuk dari-Nya (Matius 11:29-30). Kuk dari Tuhan adalah pengenalan yang benar akan Tuhan untuk mereka saksikan kepada sesama.
So, ketika kita ingin mendapat kelepasan dengan mencari kesenangan atau hiburan dari dunia, kita hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat saja. Setelah itu beban berat akan datang kembali. Beban yang ada hanya akan hilang pada waktu kita mencari kesenangan dunia. Tidak ada yang dapat memberi kelepasan yang kekal selain Tuhan Yesus. Pada saat kita datang kepada Tuhan, Dia akan mencurahkan damai sejahtera-Nya bagi kita. Damai yang Tuhan berikan tidak dapat diberikan oleh dunia ini. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:7).
Refleksi diri:
Apa kesombongan Anda? Agama? Kesalehan? Amal? Keaktifan melayani? Semuanya menjadi beban yang melelahkan hati bukan?
Put everything at the feet of Jesus. Let the word of God fill your heart and life!
Ridho Daily Faith by Ridho Musa Jr
Selasa, 24 Juli 2018
SPEAKING IN TONGUE
BAHASA LIDAH (BAHASA ROH) ATAU SPEAKING IN TONGUE
Karunia berbahasa roh atau bahasa lidah (speaking in tongue, di dalam terjemahan Inggrisnya), merupakan salah satu karunia yang sering kali menjadi perdebatan sampai saat ini. Selain itu karunia ini juga sering dipandang sebagai karunia yang lebih istimewa daripada karunia lainnya. Seakan-akan ada satu kebanggaan tersendiri jika memiliki karunia tersebut. Salah satu atau dua alasan yang sering dikemukakan adalah, “kalau kita berbahasa roh, kita berkomunikasi dengan Tuhan, tidak seorang pun yang tahu apa yang kita ucapkan (termasuk setan atau iblis), karena itu bersifat rahasia” atau “waktu kita berbahasa roh kita sedang membangun diri kita dengan Tuhan”.
Sekarang mari kita perhatikan apa yang diajarkan Alkitab mengenai bahasa roh. Jika kita hanya melihat di dalam, 1 Korintus 14:2, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia” dan di 1 Korintus 14:4, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat”, maka sepertinya tidak ada yang salah dengan jawaban di atas. Sayangnya Alkitab tidak berhenti di 1 Korintus 14:2 dan 4 saja, Alkitab justru memberitahukan kepada kita, bahwa apa yang kita katakan sebagai bahasa yang tidak dimengerti seorang pun dan membangun diri tersebut, sesungguhnya harus menjadi bahasa yang dimengerti dan membangun jemaat.
Di dalam 1 Korintus 14:5 dikatakan, “Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun”. Di sini rasul Paulus mau memberitahukan kepada kita, bahwa karunia berbahasa roh bukanlah karunia yang hanya digunakan untuk membangun diri dan bersifat rahasia, seperti yang selama ini diajarkan di beberapa gereja. Karunia ini juga merupakan karunia yang tidak bersifat rahasia, serta dapat membangun jemaat melalui adanya penafsiran terhadap bahasa roh. Di sini kita melihat dari yang bersifat rahasia menjadi tidak bersifat rahasia. Dari yang membangun diri menjadi membangun jemaat.
Praktik yang terjadi pada saat ini adalah di dalam pertemuan jemaat (yang dalam konteks hari ini dapat dikatakan sebagai sebuah ibadah, persekutuan, ataupun kelompok kecil), orang-orang yang mengaku mendapatkan karunia ini justru menggunakannya tanpa ada yang menafsirkan. Seakan-akan semuanya hanya berfokus untuk membangun dirinya sendiri dan bukan membangun jemaat. Akibatnya ketika masuk orang-orang luar atau orang yang tidak beriman, maka mereka akan berkata bahwa orang-orang tersebut gila, kata Paulus (1Kor. 14:23).
Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan apa yang telah Alkitab ajarkan. Paulus mengatakan di dalam pertemuan jemaat, jika ada orang yang berkata-kata dalam bahasa roh biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang saja. Selain itu, orang-orang tersebut harus bergantian di dalam berbahasa roh dan harus ada yang menafsirkan. Jika tidak, maka mereka harus berdiam diri (1Kor. 14:27, 28), artinya setiap orang yang diberikan karunia berbahasa roh harus mampu menahan dirinya untuk tidak berbahasa roh jika tidak ada yang menafsirkan. Mereka harus mampu menggunakan karunia itu untuk membangun jemaat ketika berada dalam pertemuan jemaat. Selain itu, prinsip ini juga berarti adanya keteraturan dalam pertemuan jemaat. Adanya saling menghormati dan saling memahami antara yang satu dengan yang lainnya.
Tentunya ini bukan berarti kita tidak boleh membangun diri kita sendiri, karena ada saatnya kita perlu membangun diri, misalnya saat teduh, memuji Tuhan secara pribadi, atau berdoa untuk pertumbuhan rohani kita. Akan tetapi jika kita hanya membangun diri sendiri dan tidak menjadi berkat bagi orang lain, bukankah kita bersifat seperti kekanak-kanakan.1
Melalui artikel ini, mari kita sekali lagi merenungkan bagaimana seharusnya sebuah karunia digunakan. Kita percaya bahwa karunia itu adalah pemberian Allah dan diberikan dengan maksud untuk membangun jemaat-Nya. Mari kita kembali kepada apa yang Alkitab ajarkan, sehingga kita tidak terus mengulangi kesalahan yang sama, yang terjadi pada jemaat di Korintus. Biarlah kita boleh belajar menggunakan setiap karunia yang Tuhan berikan dengan benar sesuai dengan maksud dan tujuan Sang Pemberi Karunia.
Karunia berbahasa roh atau bahasa lidah (speaking in tongue, di dalam terjemahan Inggrisnya), merupakan salah satu karunia yang sering kali menjadi perdebatan sampai saat ini. Selain itu karunia ini juga sering dipandang sebagai karunia yang lebih istimewa daripada karunia lainnya. Seakan-akan ada satu kebanggaan tersendiri jika memiliki karunia tersebut. Salah satu atau dua alasan yang sering dikemukakan adalah, “kalau kita berbahasa roh, kita berkomunikasi dengan Tuhan, tidak seorang pun yang tahu apa yang kita ucapkan (termasuk setan atau iblis), karena itu bersifat rahasia” atau “waktu kita berbahasa roh kita sedang membangun diri kita dengan Tuhan”.
Sekarang mari kita perhatikan apa yang diajarkan Alkitab mengenai bahasa roh. Jika kita hanya melihat di dalam, 1 Korintus 14:2, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia” dan di 1 Korintus 14:4, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat”, maka sepertinya tidak ada yang salah dengan jawaban di atas. Sayangnya Alkitab tidak berhenti di 1 Korintus 14:2 dan 4 saja, Alkitab justru memberitahukan kepada kita, bahwa apa yang kita katakan sebagai bahasa yang tidak dimengerti seorang pun dan membangun diri tersebut, sesungguhnya harus menjadi bahasa yang dimengerti dan membangun jemaat.
Di dalam 1 Korintus 14:5 dikatakan, “Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun”. Di sini rasul Paulus mau memberitahukan kepada kita, bahwa karunia berbahasa roh bukanlah karunia yang hanya digunakan untuk membangun diri dan bersifat rahasia, seperti yang selama ini diajarkan di beberapa gereja. Karunia ini juga merupakan karunia yang tidak bersifat rahasia, serta dapat membangun jemaat melalui adanya penafsiran terhadap bahasa roh. Di sini kita melihat dari yang bersifat rahasia menjadi tidak bersifat rahasia. Dari yang membangun diri menjadi membangun jemaat.
Praktik yang terjadi pada saat ini adalah di dalam pertemuan jemaat (yang dalam konteks hari ini dapat dikatakan sebagai sebuah ibadah, persekutuan, ataupun kelompok kecil), orang-orang yang mengaku mendapatkan karunia ini justru menggunakannya tanpa ada yang menafsirkan. Seakan-akan semuanya hanya berfokus untuk membangun dirinya sendiri dan bukan membangun jemaat. Akibatnya ketika masuk orang-orang luar atau orang yang tidak beriman, maka mereka akan berkata bahwa orang-orang tersebut gila, kata Paulus (1Kor. 14:23).
Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan apa yang telah Alkitab ajarkan. Paulus mengatakan di dalam pertemuan jemaat, jika ada orang yang berkata-kata dalam bahasa roh biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang saja. Selain itu, orang-orang tersebut harus bergantian di dalam berbahasa roh dan harus ada yang menafsirkan. Jika tidak, maka mereka harus berdiam diri (1Kor. 14:27, 28), artinya setiap orang yang diberikan karunia berbahasa roh harus mampu menahan dirinya untuk tidak berbahasa roh jika tidak ada yang menafsirkan. Mereka harus mampu menggunakan karunia itu untuk membangun jemaat ketika berada dalam pertemuan jemaat. Selain itu, prinsip ini juga berarti adanya keteraturan dalam pertemuan jemaat. Adanya saling menghormati dan saling memahami antara yang satu dengan yang lainnya.
Tentunya ini bukan berarti kita tidak boleh membangun diri kita sendiri, karena ada saatnya kita perlu membangun diri, misalnya saat teduh, memuji Tuhan secara pribadi, atau berdoa untuk pertumbuhan rohani kita. Akan tetapi jika kita hanya membangun diri sendiri dan tidak menjadi berkat bagi orang lain, bukankah kita bersifat seperti kekanak-kanakan.1
Melalui artikel ini, mari kita sekali lagi merenungkan bagaimana seharusnya sebuah karunia digunakan. Kita percaya bahwa karunia itu adalah pemberian Allah dan diberikan dengan maksud untuk membangun jemaat-Nya. Mari kita kembali kepada apa yang Alkitab ajarkan, sehingga kita tidak terus mengulangi kesalahan yang sama, yang terjadi pada jemaat di Korintus. Biarlah kita boleh belajar menggunakan setiap karunia yang Tuhan berikan dengan benar sesuai dengan maksud dan tujuan Sang Pemberi Karunia.
Jumat, 08 Desember 2017
Perasaan vs Komitmen
Seringkali perasaan membuat paradigma kita berubah, cara
pandang terhadap sesuatu berubah total, bahkan perasaan membuat banyak orang
membatalkan sebuah komitmen. kehidupan yang demikian ironis, jika sering di
alami oleh orang yang mengaku dirinya Kristen.
Kita perlu pahami bahwa kita tidak boleh membiarkan
perubahan perasaan membunuh konsistensi komitmen kita dalam sebuah hubungan dgn
sesama (pacar, pasutri, sdr, tmn, org tua) dan terutama dgn Tuhan. Namun, mari
kita lihat realita yang di alami dengan mata hati dan pikiran yang jernih dalam bimbingan Roh Kudus, apa yang perlu kita lakukan terhadap tantangan dan persoalan yang di alami?
Komitmen adalah keberanian untuk dengan sadar mengikatkan
diri dengan janji untuk mengerjakan sesuatu sampai masa depan. Batasan komitmen
yang sesungguhnya ialah adalah masa depan. Ketika kita berbicara komitmen
berarti sedang membicarakan masa depan (selamanya, tanpa ada batasan periode
tertentu).
Sikap yang cepat-cepat mengambil keputusan karena faktor emosi
(perasaan) merupakan cerminan orang yang tidak dewasa. Salah satu parameter untuk melihat seseorang yang dewasa ialah bagaimana seseorang membuat suatu keputusan
dengan sikap yang tepat dgn prinsip kebenaran.
Perpecahan itu bisa terjadi krn sebagian memutuskan utk
tunduk kpd perasaan dr pd komitmen yg telah dibuat dihadapan hadapan Tuhan.
Orang yang dewasa rohaninya akan menyadari sukarnya hidup
ini, namun mereka tau dibalik kesukaran, ada kelegaan dan sesuatu yang indah di
hari depan. Realita salib dan iman benar yang membawa kita kepada kematangan sebagai pemenang.
10 Hal Penyelamat dan Kunci Keharmonisan Hubungan Anda
Anda ingin dihormati, terlebih dahulu hormatilah orang lain.
Hormatilah orang meskipun orang lain tak menghormati Anda, itulah kedewasaan
Mentalitas juga secara Rohani.
Bersatu dalam sebuah rumah tangga adalah sesuatu yang sangat
membahagiakan, Menjalin kasih dengan seseorang pasti memberikan kebahagiaan
tersendiri. Apalagi bila bisa mempersunting sang pujaan hati. Akan tetapi,
seiring berjalannya waktu kebahagiaan di awal sebuah hubungan, di awal
pernikahan akan terkikis oleh perilaku pasangan yang tak terduga. Ironisnya,
alih-alih tetap bertahan justru banyak pasangan memilih menyerah dan
mengakhirnya dengan perpisahan, dengan sebuah perceraian.
Bagi Anda yang sudah menikah, perceraian bukanlah jalan
untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Ketika setiap pasangan tetap mau
berusaha dan dengan rendah hati bersedia menerima kelemahan pasangannya, maka
seharusnya perceraian tidak perlu terjadi. Masih banyak upaya yang bisa
dilakukan untuk menghindari perpisahan, bahkan perceraian sekalipun antara lain
10 hal berikut:
1. Hargailah Pasangan Anda
Asalkan mau dengan tulus menghargai pasangan, hubungan Anda
pasti harmonis, pernikahan pasti harmonis. Menghargai pasangan juga tidak
berarti harus selalu menuruti segala keinginannya, tetapi cukup dengan menerima
serta mendukung segala impian dan aktivitasnya. Jangan pernah menuntut dihargai
meskipun tak ada yang menghargai Anda itulah kedewasaan.
2. Hindarilah Permusuhan
Bila dulu pernah bersahabat, mengapa kini bermusuhan? Atau
bila dulu pernah saling mencintai, mengapa sekarang justru saling membenci?
Tanyakanlah hal-hal tersebut pada diri Anda dan renungkanlah kembali apa tujuan
Anda sebenarnya menikah dengannya. Bawalah pasangan Anda dalam doa. Ingatlah
komitmen awal Anda dalam menjalin hubungan tersebut.
3. Bantulah Pasangan Anda
Suka maupun duka, Anda harus membantu pasangan saat si dia
kesulitan. Karena itu, perlakukan pasangan Anda dengan sebaik-baiknya,
perlakuan dan bantulah dia sebagaimana Anda juga berharap dibantu olehnya.
Bantulah dia dengan tulus.
4. Hiburlah Pasangan Anda
Kehidupan pernikahan tidak selamanya akan berlangsung
bahagia, selalu akan tiba masa dimana duka menyelimuti. Karena itu, tugas Anda
untuk dapat memberikan dukungan dan semangat agar pasangan Anda mampu bangkit
dan mendapatkan kembali kebahagiaannya.
5. Hormatilah Pasangan Anda
Jika Anda ingin dihormati oleh pasangan, maka terlebih
dahulu hormati dia. Perlakukan dia dengan baik dan sebisa mungkin hindari
perundungan baik melalui kekerasan fisik ataupun melalui kata-kata kasar.
Hormatilah pasangan Anda, meskipun..si dia tak menghormatimu. Kuasailah diri
Anda dan doakanlah pasangan Anda.
6. Jujurlah terhadap Pasangan Anda
Jujur memang sulit, jika Anda sering tidak jujur pada
pasangan Anda terutama pada diri sendiri. Jujur memang sering tidak mengenakkan
telingan dan hati kita, tetapi jujur adalah sikap yang hati yang benar dan
jujur merupakan ciri orang yang bertanggung jawab. Kebongan adalah rayap dalam
sebuah hubungan, perlahan tapi pasti merusak hubungan Anda. Kebohongan hanya
melahirkan kebongan.
Kebohongan seringkali menjadi penyebab utama pertikaian
dalam sebuah hubungan, di antara suami dan istri. Ketika kebohongan menjadi
kebiasaan, Anda tidak bisa berharap kehidupan pernikahan Anda akan bisa
berjalan dengan bahagia. Karena itu, jujurlah selalu kepada pasangan Anda dan
jagalah selalu rasa percayanya kepada Anda.
7. Dukunglah Pasangan Anda
Jangan pernah mencemooh atau bahkan mengabaikan ide-ide
segar pasangan Anda untuk membuat kehidupan keluarga lebih sejahtera. Dukunglah
dia dengan segenap hati dan bantulah supaya dia bisa mencapai hal yang
dicita-citakannya.
8. Tegurlah Pasangan dengan Kasih
Anda tentu bukanlah manusia yang sempurna, demikian pula
pasangan Anda. Karena itu, ketika pasangan Anda melakukan sebuah kesalahan
jangan serta-merta menghakiminya. Tegurlah dia dengan kasih dan bantulah supaya
dia bisa memperbaiki kesalahannya.Hentikan kebiasaan menegur pasangan di depan
umum, tegurlah dia ketika Anda sedang berduaan.
9. Perbanyaklah Waktu untuk Keluarga Anda atau Pasangan Anda
(Quality Time)
Memiliki keluarga adalah kesempatan sekali untuk seumur
hidup dan Anda tidak dapat mengulang kembali waktu yang sudah terlewat. Karena
itu, perbanyaklah waktu untuk keluarga Anda. Karena hal itu yang dapat
mempererat hubungan Anda orang2 yang Anda sayangi. Hindari fokus gedget ketika
sedang berduaan dengan pasangan Anda. Alihkan fokus kepada padangan Anda.
10. Sabarlah Menghadapi Pasangan Anda
Menghadapi perbedaan karakter memang sulit. Namun dengan
selalu bersikap sabar dan mampu mengontrol emosi, segala macam persoalan akan
bisa diatasi tanpa harus bertengkar. Karena itu, sabarlah selalu menghadapi
pasangan Anda dan tingkatkan komunikasi yang baik supaya segala kesalahpahaman
dapat dihindari.
Bagi yang masih pacaran; perpisahan bukan satu-satunya jalan
untuk menyelesaikan persoalan dalam sebuah hubungan Anda dan bagi Anda yang
sudah menikah, perceraian bukanlah jalan untuk menyelesaikan persoalan atau
permasalahan dalam rumah tangga Anda.
So, lihat kembali Apa yang kurang dalam hubungan Anda,
segeralah perbaiki hubungan Anda, jangan tunggu nanti. Lihat, Apa yang perlu
ditambah dalam hubungan atau rumah tangga Anda, segera...tambahkan hal apa yang
perlu ditambahkan. Sekarang!
Janganlah hidup dengan meniru gaya hidup orang lain, tetapi
belajarlah dari orang lain dan tetaplah menjadi diri Anda sendiri.
Masalah sebenarnya adalah anak tangga menuju kedewasaan dan
kebahagiaan, jika Anda tak menyerah dan terus melangkah bersama Tuhan. God
bless you & family.
Carilah Kerajaan Allah (Matius 6: 25-34)
Pengajaran Yesus selanjutnya
memberi kita pengertian yang semakin dalam mengenai harta. Tuhan tidak
ingin kita mencintai harta. Bukankah kita tetap menjaga harta? Mungkin
bukan untuk hidup mewah, tapi untuk versi bertahan hidup. Apakah mengikut
Yesus berarti harus menanggung pekerjaan dan usaha, lalu semua barang yang kita
miliki? Tertutup Tuhan Yesus yang punya bendahara untuk mengurus keuangan
selama pelayanan-Nya di bumi ini? Pada bacaan hari ini Tuhan Yesus
mengajar kita harus mengerti Allah yang sedang kita hidup. Kita harus
bekerja, tidak bisa dengan keserakahan ingin hidup mewah. Inilah yang
dibahas dalam ayat 19-24. Kita harus bekerja, tapi tidak bisa dengan kecerdikan. Inilah
pembahasan hari ini! Bangun bisnismu, lakukan pekerjaanmu, kerjakan
semuanya dengan serajin dan sebaik juga seefektif mungkin! Jangan menjadi
orang serakah yang ingin kaya. Siapa yang ingin kaya akan jatuh ke dalam
berbagai-bagai pencobaan (1Tim 6: 9). Kerjakan pekerjaan kita dengan baik,
tapi jangan menjadi orang yang penuh. Kekurangan kita sama-sama tidak
berguna, hanya saja akan menambah kesulitan-kesulitan yang tidak perlu. Jangan
lupa bahwa Tuhan tidak akan pernah lupa merawat kita. hanya akan menambah
beban kesulitan yang tidak perlu. Jangan lupa bahwa Tuhan tidak akan
pernah lupa merawat kita. hanya akan menambah beban kesulitan yang tidak
perlu. Jangan lupa bahwa Tuhan tidak akan pernah lupa merawat kita.
Ayat 25 membahas dengan indah
sekali apa yang kita pakai, apa yang kita makan, semua akan disediakan oleh
Tuhan. Tuhanlah sumber hidup dan kita. Hidup kita berharga dalam
pandangan Tuhan, maka Dia pasti akan memberikan apa yang kita perlukan selama
waktu hidup kita di dunia ini. Dalam ayat 26 Tuhan Yesus membandingkan
kita dengan burung di langit. Selama masa hidup mereka Tuhan tidak pernah
lupa memberikan bagian makanan mereka. Mereka memang tidak menabur dan
tidak mengumpulkan, tapi Tuhan mencukupkan. Jika burung-burung itu berharga
di mata Tuhan, bukankah kita lebih lagi? Jika Tuhan tahu dan mencukupkan
kebutuhan hewan-hewan yang sering luput dari perhatian kita, bagaimana mungkin
Dia tidak memerhatikan kebutuhan kita?
Ayat 28 membandingkan kita dengan
bunga bakung di ladang. Manakah yang lebih berharga? Jika satu kuntum
bunga bakung kering dan mati, siapakah yang akan menangisinya? Manakah
yang lebih penting? Bunga bakung itu? Ataukah manusia? Jika
seseorang meninggal dunia, maka kerabatnya akan berkumpul untuk menangisinya. Dia
akan diberikan upacara penghormatan dan dimakamkan dengan hormat. Tapi
bunga bakung itu tidak. Jikalau dia kering, tidak ada yang memerhatikan. Dia
boleh tumbuh dan boleh mati dan tidak pernah dianggap penting untuk
diperhatikan. Jika bunga itu, yang hari ini ada besok tidak, ternyata
didandani begitu cantik oleh Tuhan, maka Tuhan tidak akan ketinggalan kebutuhan
pakaian kita. Jangan kehilangan iman kepada Tuhan! Jangan ragu akan
Penerus-Nya! Jangan khawatir
Ayat 32 mengatakan bahwa
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah mencari makan dan pakaian. Bekerja
untuk bertahan hidup. Tapi anak-anak Tuhan tidak demikian. Kita
bekerja demi kerajaan Allah dan Allah yang terus pelihara kita. Kita tidak
khawatir karena Allah menyediakan apa yang kita perlukan. Perhatian dalam
doa tentang doa (ay 8) sampai pada ayat 34 Tuhan Yesus terus berbicara mengenai
Pejalan-Nya. Tuhan sudah tahu kebutuhan kita. Tuhan juga mencinta
kita. Karena Dia Mahatahu dan karena Dia mencinta kita, maka kita tidak
perlu khawatir akan apa pun juga. Kita pasti akan dipelihara oleh Dia. Lihat
kesulitan hari demi hari. Hadapi segala tantangan yang ada di depan. Jangan
pikir terlalu panjang
Untuk direnungkan:
Jika demikian, bagaimanakah kita menerapkan kalimat-kalimat penghiburan Tuhan Yesus ini dalam kehidupan kita sehari-hari?
Jika demikian, bagaimanakah kita menerapkan kalimat-kalimat penghiburan Tuhan Yesus ini dalam kehidupan kita sehari-hari?
Tuhan memerintahkan kita untuk
mencari yang terbaik Kerajaan Allah. Ini berarti apa yang kita kerjakan
harus penuh dengan pekerjaan Allah di dunia ini. Allah mengerjakan dua
hal, yang pertama adalah memperbaiki seluruh tatanan di bumi agar sesuai dengan
sifat-sifat-Nya. Inilah yang disebut mandat budaya. Dia
memperbaikinya melalui orang-orang Kristen yang bekerja dan segala sesuatu yang
telah dikembangkan oleh manusia. Dunia ekonomi, politik, sosial,
kesehatan, ilmu alam, pengembangan masyarakat, kemajuan kota, reservasi alam,
dan lain sebagainya harus dikerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan dan
pernyataan sifat-sifat Tuhan yang mulia. Jika kita berbisnis, atau bekerja
di dalam pemerintahan, atau bekerja di perusahaan, atau apa pun yang kita
kerjakan, kita harus menggumulkan untuk mencari Kerajaan Allah dan
kebenaran Allah dapat memperolehnya melalui diri kita dalam bidang pekerjaan
itu. Doa dan gumulkan mengenai panggilan kita. Kenapa Tuhan tempatkan
kita untuk melakukan apa yang kita lakukan? Karena Dia ingin sifat-Nya dan
kebenaran-Nya atas apa yang kita lakukan. Inilah yang disebut dengan
mencari Kerajaan Allah. Mencari tempat kita di dalam Kerajaan Allah di
bumi ini.
Tuhan adalah pemelihara kita. Hal
kedua yang kita renungkan renungkan adalah Tuhan itu pemelihara kita. Meski
kita bekerja pada orang lain, orang itu sama pemelihara kita. Bos kita di
kantor tidak punya hidup matinya kita. Pelanggan kita, klien kita, semua
itu bukan pemelihara kita. Jangan menjilat mereka! Jangan takut
kepada mereka! Jangan tergantung pada mereka! Jika kita tahan dan
dipecat pimpinan, atau ditinggalkan pelanggan, atau ditinggalkan klien, kita
tetap akan bertahan hidup karena Tuhan yang akan berlaku menjaga agar kita
tetap hidup. Jika Tuhan itu pemelihara kita, maka Tuhanlah yang harus kita
taati sepenuh hati. Dialah yang harus menerima hormat dan ketaatan mutlak
kita. Dialah yang harus kita ikuti dan pegang dengan erat. Dialah
sumber hidup dan pemelihara kita. Kami harap ulasan ini dapat membantu
Anda merencanakan perjalanan. tidak ada tempat seaman Tuhan untuk merawat
hidup kita dan keluarga kita. Percayalah kepada Dia! Dialah yang
memiliki seluruh alam semesta. Langit dan bumi ada di bawah kuasa-Nya. Apakah
lagi yang membuat kita khawatir?
Tuhan adalah tujuan kita bekerja. Kalimat
"cari tau kerajaan Allah" tidak bisa buat kita berhenti bekerja. Tetaplah
bekerja, tapi kalau kita bekerja demi uang, atau demi keuntungan, atau demi
menyenangkan orang lain, sekarang kita bekerja untuk Tuhan. Apa yang kita
kerjakan, jika dikerjakan dengan kesungguhan hati, kejujuran, kebenaran Tuhan,
dan dikerjakan untuk menyenangkan Tuhan, maka pekerjaan itu akan disebutkan
Kerajaan Allah. Mengapa? Karena Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya akan
sembuh di bumi dengan sempurna suatu hari nanti, jadinya kita sekarang sedang
mengalami sedikit demi sedikit melalui apa yang kita kerjakan.
Pemeliharaan Tuhan tidak akan
melayani keserakahan kita. Tuhan tidak pernah bisa mempermasalahkan harta
karun. Kita bekerja dengan baik, maka Tuhan bisa memercayakan harta yang
sangat banyak, dan bisa juga tidak. Dia berhak memberikan harta
berlimpah-limpah kepada satu orang dan orang yang hidup di dalam kesederhanaan. Apakah
ini adil Ya. Karena harta benda yang berarti penghakiman dan tanggung
jawab yang melimpah juga. Semakin seseorang dipercayakan banyak, semakin
dia akan dihakimi dengan tingkat yang lebih berat. Jangan gila harta Tuhan
akan menjaga kita, tapi kita harus belajar hidup sederhana. Meski banyak
kita bayar, biasakan hidup di dalam kesederhanaan. Jangan hidup mewah Kebiasaan
hidup mewah akan membuat kita semakin sulit untuk lepas dari jerat harta.
Berdoalah kepada Tuhan, tolong kami bekerja untuk-Mu. Tolong kami meninggikan di dalam
bidang yang kita sedang kerjakan. Mohon agar prinsip dan kebenaran
Kerajaan-Mu dapat diterapkan di tempat kami bekerja melalui ketaatan kami. Tolong
juga ganti kita benar-benar bersandar dan berserah pada-Mu, ya Tuhan. Jauhkan
kami dari keserakahan dan juga rasa khawatir. Terpujilah nama-Mu, sebab
Engkaulah pemelihara hidup kita.
Salam,
Ridho Daily Faith
Salam,
Ridho Daily Faith
Langganan:
Postingan (Atom)